Uncategorized

PT Rifan | Simak Dana Kelolaan Indo Premier IM hingga Akhir September 2021

PT Rifan – Liputan6.com, Jakarta  Total dana kelolaan (asset under management – AUM) PT Indo Premier Investment Management per akhir September 2021 mencapai sebesar Rp 7,16 triliun.

Data tersebut dikutip dari rangkuman PT Infovesta Utama. Total dana kelolaan Indo Premier per akhir September 2021 ini tercatat meningkat dibanding periode akhir Juli dan akhir Agustus 2021.

Pada akhir Agustus 2021, total AUM Indo Premier tercatat sebesar Rp 7,04 triliun. Sedangkan per akhir Juli 2021, total AUM Indo Premier mencapai sebesar Rp 6,77 triliun

“Data dana kelolaan ini merupakan jumlah dana kelolaan dari reksa dana rupiah saja, dan tidak termasuk jumlah dana kelolaan dari reksa dana penyertaan terbatas,” kata Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana kepada Liputan6.com.

Baca Juga :

Infovesta merangkum, ada sejumlah produk reksa dana Indo Premier yang menghasilkan imbal hasil (return) positif selama periode 30 Desember 2020 hingga 30 September 2021 (year to date/ytd), yaitu Premier Pasar Uang  II, menghasilkan return sebesar 3,14 persen. 

Sementara secara bulanan dari 31 Agustus 2021 hingga 30 September 2021, ada sejumlah produk Indo Premier yang menghasilkan imbal hasil positif, yaitu:

1. Premier Pasar Uang  II, menghasilkan return sebesar 0,33 persen

2. Premier Ekuitas Makro Plus, menghasilkan return sebesar 0,11 persen

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan

Sumber : liputan6.com

PT Rifan Financindo, Rifanfinancindo, Rifan Financindo  PT Rifan

Uncategorized

PT Rifanfinancindo | Gelar Rights Issue, BACA Belum Kantongi Pembeli Siaga

PT Rifan Financindo Liputan6.com, Jakarta  PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) akan menerbitkan sebanyak 20 miliar saham baru (rights issue) untuk Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Perseroan menetapkan nilai nominal saham baru sebesar Rp 100. Harga penawaran saham baru belum ditetapkan. Namun, perseroan menegaskan, dana yang diperoleh dari aksi ini akan digunakan untuk modal kerja Bank Capital Indonesia.

Namun demikian, manajemen perseroan mengatakan belum terdapat pembeli siaga dalam aksi ini. Adapun para pemegang saham yang telah menyatakan komitmen terkait pelaksanaan rights issue yakni PT Inigo Global Capital dengan kepemilikan saham 14,71 persen dan PT Delta Indo Swakarsa 13,9 persen. Selanjutnya, KPD Simas Equity Fund yang memiliki 11,06 persen saham belum menyatakan sikap.

Baca Juga :

“Tidak ada pembeli siaga dalam PUT IV dengan HMETD,” ujar manajemen Bank Capital dalam keterbukaan informasi Bursa, ditulis Selasa (12/10/2021).

Dalam hal seluruh sisa Waran Seri III dilaksanakan oleh masyarakat (623.545.026 Waran) dan hanya IGC dan DIS yang melaksanakan HMETD IV, maka pemegang saham lainnya akan terdilusi sebesar 47,33 persen.

Bank Capital sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2021. Rencananya, pernyataan efektif atas pendaftaran HMETD ini diharapkan bisa diperoleh pada 11 Oktober 2021. Pencatatan HMETD di BEI akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2021.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Oktober 2021, saham BACA turun 1,24 persen ke posisi Rp 318 per saham. Saham BACA dibuka stagnan di posisi Rp 322 per saham.

Saham BACA berada di level tertinggi Rp 330 dan terendah Rp 318 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.426 kali dengan volume perdagangan 356.281. Nilai transaksi Rp 11,4 miliar.

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber :Liputan6.com
 PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo  PT Rifan

Uncategorized

PT Rifanfinancindo | Anggota Bursa Wajib Edukasi Investor, Ini Respons Perusahaan Sekuritas

PT Rifan Financindo Liputan6.com, Jakarta  Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggodok perubahan tiga aturan terkait pelelangan dan pembelian kembali saham bursa, keanggotaan bursa, dan kewajiban penyampaian informasi.

Dalam rancangan Peraturan Nomor III-A Tentang Keanggotaan Bursa, BEI mewajibkan Anggota Bursa (AB) menyediakan layanan edukasi atas setiap produk bursa yang diberikan atau ditawarkan kepada nasabah dan atau calon nasabah.

BEI menyebutkan kalau hal tersebut sebagai penambahan kewajiban terkait dengan edukasi atas produk bursa yang ditawarkan oleh anggota bursa kepada nasabah dan calon nasabah.

“Edukasi kepada investor oleh anggota bursa ditujukan sebagai tanggung jawab anggota bursa untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal,” ujar Laksono kepada wartawan, dikutip Senin (11/10/2021).

Baca Juga :

Direktur Retail and Treasury Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengatakan, hal itu diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai pasar modal sekaligus instrumen di dalamnya.

“Mandiri Sekuritas sangat mendukung perubahan peraturan yang mewajibkan edukasi kepada para nasabah dan calon nasabah karena diharapkan dapat meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap investasi pasar modal,” kata dia kepada Liputan6.com.

Selama ini, Theodora mengatakan Mandiri Sekuritas selalu menjalankan edukasi kepada nasabah secara berkala secara daring atau online secara gratis. Hal itu dilakukan melalui platform Mandiri Online Securities Trading atau MOST.

“Pelatihan-pelatihan yang ada di MOST memberikan pengetahuan tentang berbagai produk pasar modal dari produk reksa dana, obligasi, dan saham. Termasuk marjin dan syariah,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut, lanjut Theodore, termasuk tentang analisis fundamental dan teknikal yang perlu dipahami oleh investor pasar modal. Selain melalui MOST, selama pandemi atau sejak 2020 lalu, Mandiri Sekuritas juga secara berkala menyelenggarakan webinar untuk para nasabah.

“Webinar-webinar tersebut menyediakan berbagai topik, mulai dari Know Your Company (informasi tentang emiten), proyeksi ekonomi makro, equity, dan fixed income, pengetahuan tentang perkembangan perusahaan teknologi, dan lain-lain,” tutur Theodora.

Adapun selain rancangan Peraturan Nomor III-A Tentang Keanggotaan Bursa, BEI melakukan perubahan peraturan nomor III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa dan nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian bursa.

Pada perubahan peraturan nomor III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa, ada salah satu yang akan direvisi pengalihan saham bursa yaitu perusahaan yang tidak lagi menjadi anggota bursa wajib mengalihkan saham bursa yang dimilikinya paling lambat menjadi 36 bulan sejak surat persetujuan anggota bursa (SPAB) dicabut oleh bursa.

Kemudian pada perubahan peraturan Nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi. Salah satunya ada perubahan klausul mengenai laporan dan informasi yang wajib disampaikan oleh perusahaan tercatat kepada publik melalui sistem pelaporan elektronik adalah seluruh laporan dan informasi yang bersifat final untuk disampaikan kepada publik.

Selain itu, ada perubahan klausul mengenai permintaan penjelasan secara tertulis kepada perusahaan tercatat. Perusahaan tercatat wajib memberikan tanggapan tertulis atas hal-hal yang dipertanyakan bursa dengan ketentuan paling lambat dua hari bursa setelah diterimanya permintaan penjelasan dari bursa, dan paling lambat satu hari bursa untuk permintaan penjelasan atas pemberitahuan di media massa, dan batas waktu lain yang ditentukan oleh bursa.

Dalam rancangan revisi aturan itu, perusahaan tercatat yang warannya tercatat di bursa wajib menyampaikan laporan mengenai susunan dan komposisi pemegang waran yang paling kurang meliputi jumlah kepemilikan waran pada ketentuan III.1.4 termasuk pemilik manfaat serta pemegang waran yang memiliki lima persen atau lebih waran dari jumlah waran beredar pada setiap akhir bulan paling lambat hari ke-10 bulan berikutnya.

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : liputan6.com
 PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo  PT Rifan

Uncategorized

PT Rifan Financindo Berjangka | Global Dinamika Kencana Jadi Pengendali Baru Nusa Konstruksi Enjiniring

PT Rifan Financindo Berjangka – Liputan6.com, Jakarta PT Global Dinamika Kencana (GDK) resmi menjadi pengendali baru PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) setelah pembelian 51,85 persen saham DGIK dilakukan pada 6 Oktober 2021. 

PT Global Dinamika Kencanamembeli saham tersebut dari empat pihak dengan jumlah total saham sebanyak 2.873.092.300 saham.

Harga pembelian per saham sebesar Rp 80, sehingga total transaksi pembelian saham DGIK oleh Global Dinamika Kencana mencapai sebesar Rp 229,85 miliar.

Baca Juga :

Berikut adalah rincian para penjual yang menjual saham DGIK kepada GDK:

– PT Lintas Kebayoran Kota, sebanyak 1.890.691.000 saham atau setara 34,12 persen dari total saham DGIK

–  PT Rejeki Segitiga Emas, sebanyak 516.534.000 saham atau setara 9,32 persen dari total saham DGIK

–  PT Lokasindo Aditama, sebanyak 420.975.500 saham atau setara 7,6 persen dari total saham DGIK

– PT Multidaya Hutama Indokarunia, sebanyak 44.891.800 saham atau setara 0,81 persen dari total saham DGIK.

Global Dinamika Kencana mengatakan tujuan pembelian saham DGIK ini adalah untuk pengembangan usaha, dan memperkuat bisnis perseroan di bidang jasa konstruksi. Perseroan menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan afiliasi dengan DGIK.

“Kami akan melaksanakan tender wajib sesuai ketentuan POJK 9/2018. Terkait pelaksanaannya akan kami informasikan lebih lanjut kepada masyarakat,” kata Direktur Utama Nusa Konstruksi Enjiniring Eko Suprastowo melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Oktober 2021, saham DGIK naik 33,77 persen ke posisi Rp 103 per saham. Saham DGIK dibuka naik empat poin ke posisi Rp 81 per saham.

Saham DGIK berada di level tertinggi Rp 103 dan terendah Rp 81 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.194 kali dengan volume perdagangan 5.576.877. Nilai transaksi Rp 53,4 miliar. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo Berjangka

Sumber : liputan6.com


 PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo  PT Rifan 

Uncategorized

PT Rifan | Rilis Cadangan Devisa Bayangi IHSG, Cermati Saham Pilihan Ini

PT Rifan – Liputan6.com, Jakarta  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (7/10/2021). Rilis cadangan devisa akan bayangi laju IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, perjalanan kenaikan IHSG hingga kini masih bersifat menguat secara teknikal. 

Ia mengatakan, jelang rilis data ekonomi yang akan dilansir tentang cadangan devisa yang disinyalir masih akan berasa dalam kondisi stabil akan turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG.

“Saat ini IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendeknya, hal ini juga ditopang oleh mulai kembalinya aliran dana investor asing yang melaju signifikan masuk ke pasar modal,” ujar dia dalam catatannya Kamis pekan ini.

William prediksi, IHSG berpotensi bergerak di zona hijau pada kisaran 6.272-6.423.

Sementara itu, dalam laporan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan IHSG akan kembali mencoba mempertahankan area pergerakan yang lebih tinggi di rentang 6.400-6.500.

Baca Juga :

Pada perdagangan Rabu, 6 Oktober 2021, IHSG kembali melanjutkan penguatan tajam sebesar 2,06 persen ditopang kenaikan 10 dari 11 indeks sektoral saham. Penguatan harga komoditas dunia serta angka kasus COVID-19 yang melandai menjadi faktor positif bagi bursa saham Indonesia.

Pengamat pasar modal Edwin Sebayang juga prediksi IHSG melanjutkan penguatan pada Kamis pekan ini. Hal ini seiring indeks Dow Jones yang menguat dan kenaikan harga komoditas antara lain minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan timah.

Ia perkirakan, IHSG bergerak di kisaran 6.370-6.464 pada Kamis pekan ini.

Untuk saham pilihan, William memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT PP London Sumatera Tbk (LSIP), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

PT NH Korindo Sekuritas Indonesia antara lain memilih saham JSMR, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara itu, Edwin memilih saham  ASII, BBNI, LSIP, BBCA, BBRI, JSMR, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Ace Hardware Tbk (ACES), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) untuk dicermati pelaku pasar.

 ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan

Sumber : liputan6.com

PT Rifan Financindo, Rifanfinancindo, Rifan Financindo  PT Rifan