Blog

rifan-pekanbaru

NFP AS November Kokoh, Upah Pekerja Rebound

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU -Lapangan Kerja AS tumbuh cukup signifikan selama periode November menurut data Non Farm Payroll yang dipublikasikan oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat (8/12) pagi waktu setempat. Disamping itu tingkat upah pekerja mengalami rebound setelah turun di periode sebelumnya, mengindikasikan kondisi ekonomi yang sehat sehingga banyak ekonom berpendapat tidak diperlukan stimulus fiskal maupun pemotongan pajak seperti yang sedang diusulkan Presiden Trump.

NFP AS November Kokoh, Upah Pekerja

Ekonomi AS menambah 228,000 pekerjaan bulan lalu ditengah terjadinya penyerapan besar besaran tenaga kerja setelah efek badai memudar selama November. Tidak sebaik rilis NFP Oktober yang saat itu berhasil menciptakan 244,000 namun masih lebih baik dibandingkan ekspektasi ekonom sebelumnya yang memprediksi akan bertambah 198,000 pekerjaan di bulan lalu.

Sempat Turun, Upah Pekerja November Rebound

Dalam laporan terpisah juga dirilis data Rata Rata Pendapatan Pekerja Per Jam (Average hourly earnings) yang mencatatkan kenaikan 0.2 persen di bulan November setelah sempat mengalami penurunan -0.1 persen pada periode Oktober. Kenaikan Upah bulan lalu sekaligus menandakan pertumbuhan upah sebesar 2.5 persen dalam basis tahunan.

Selain itu pekerja AS lebih banyak menghabiskan jam kerja selama bulan lalu, dari 34.4 jam per minggu di bulan Oktober menjadi 35.5 jam per minggu selama periode November. Sementara itu tingkat pengangguran (Unemployment Rate) tidak berubah 4.1 persen, sesuai ekspektasi dimana masih berada pada level paling rendah 17 tahun.

Reformasi Pajak Trump Menuai Kritikan

Apiknya data NFP dan tingkat upah pekerja mencerminkan kondisi ekonomi makro Negeri Paman Sam kokoh di kuartal ke-empat 2017, sehingga memunculkan kritikan dari ekonom terkait upaya Presiden Trump beserta rekan rekannya di Partai Republik yang sedang dalam proses mengol-kan RUU reformasi pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen.

“Pasar Tenaga Kerja AS dalam kondisi yang sangat baik. Pemotongan Pajak sebaiknya hanya dilakukan bila ekonomi memang sedang membutuhkan dan hal itu belum diperlukan untuk saat ini”, ucap Joel Naroff, Kepala Ekonom Naroff Economic Advisors di Pennsylvania.

“Apabila Ekonomi dan Politik disatukan dalam sebuah ‘rebusan’, seringkali kebijakan yang diambil sangat tidak sesuai”, lanjut Naroff yang menyindir rencana reformasi pajak Trump.   ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo 
Sumber : seputarforex
Baca Juga Di : 
Advertisements
Uncategorized

PT Rifan financindo | Williams The Fed: Rate Cut Segera Sebagai Tindak Pencegahan

PT Rifan Financindo –  Presiden The Fed untuk wilayah New York, John Williams, menyampaikan pidato yang menguatkan ekspektasi pemotongan suku bunga di akhir bulan ini. Menurut Williams, para pembuat kebijakan perlu segera menambah stimulus guna menanggulangi inflasi yang terlalu rendah saat suku bunga di dekat nol. Selain itu, mereka juga tidak boleh menunggu sampai kondisi yang parah benar-benar terjadi.

Pemotongan Suku Bunga Perlu Segera Dilakukan

Dalam pidatonya di pertemuan tahunan Central Bank Research Association di New York, Jumat (19/Juli) dini hari, Williams mengatakan bahwa salah satu pelajaran yang dapat diambil dari risetnya adalah, saat suku bunga dan inflasi rendah, maka pembuat kebijakan di bank sentral tidak boleh hanya bersikap waspada dan menunggu sampai masalah ekonomi benar-benar muncul.

“Lebih baik mengambil langkah pencegahan daripada harus menunggu bencana terjadi lebih dahulu,” kata Wlliams. “Ketika yang Anda punya hanyalah stimulus yang banyak, maka yang harus dilakukan adalah bertindak cepat untuk menurunkan suku bunga, tepat saat (kemunculan) sinyal pertama yang menunjukkan adanya tekanan dalam ekonomi.”

Dalam beberapa pekan terakhir, para pembuat kebijakan di bank sentral AS memang telah mengidentifikasi adanya masalah yang berpotensi mengganggu perekonomian di masa depan. Salah satu yang paling perlu diperhatikan adalah dampak perang dagang AS-China, terutama karena hal itu menyebabkan perlambatan inflasi.

Baca Juga :

“Makin rendah level rata-rata inflasi berarti semakin rendah pula level pemotongan suku bunga yang tersedia selama masa penurunan. Sehingga, akan membuat para pembuat kebijakan semakin sulit untuk mencapai target mereka,” kata Williams.

Pemilik hak suara permanen dalam FOMC tersebut menambahkan bahwa memotong suku bunga dengan cepat saat menghadapi kondisi ekonomi yang sedang mengalami kemunduran, dapat menjadi vaksin bagi ekonomi dan melindunginya dari bahaya yang diakibatkan oleh inflasi terlalu rendah. Menyusul pidato Williams yang mendukung sikap dovish, Indeks Dolar AS melemah 0.40 persen dan diperdagangkan di 96.73 saat berita ini ditulis.

dxy

 ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
     PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo

Uncategorized

Rifanfinancindo | Prospek Fed Rate Cut Teredam Solidnya Retail Sales AS

Rifanfinancindo –  Pada sesi perdagangan Asia hari Rabu (17/Juli), Dolar AS berada di dekat level tertinggi empat pekan versus mata uang mayor lain. Sebelumnya, Dolar AS bahkan sempat melonjak 0.46 persen karena didorong oleh data positifnya rilis data Penjualan Ritel AS, yang memicu optimisme baru sehingga pelaku pasar saat ini mengurangi outlook terhadap pemangkasan suku bunga The Fed secara agresif.

Rilis Data Ekonomi AS Yang Solid, Redam

Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor lainnya pagi ini berada di level 97.35, masih berkisar di dekat area tertinggi sejak pertengahan bulan Juni. Secara khusus, Dolar AS diketahui menguat signifikan terhadap Sterling dan Euro. Dua mata uang itu memang telah dilemahkan oleh kondisi fundamental kawasan Uni Eropa yang suram.

Baca Juga :

Skenario Fed Rate Cut 50 Basis Poin Mulai Diabaikan

Rilis beberapa data ekonomi terbaru yang solid seperti Inflasi Konsumen pekan lalu dan data Retail Sales tadi malam, telah berhasil meredam prospek agresivitas Fed Rate Cut pada pertemuan FOMC akhir bulan nanti. Probabilitas pemotongan suku bunga The Fed sebanyak 50 basis poin pun sudah semakin menyusut, karena pada dasarnya perekonomian AS tidak seburuk dugaan selama ini.

“Rilis data ekonomi AS yang kokoh menjadi market mover yang mendorong Dolar AS menguat terhadap mata uang mayor. Di samping itu, pelemahan cukup signifikan yang terjadi pada Euro dan Sterling ikut berperan dalam melambungkan Indeks Dolar,” kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valas senior IG Securities.

Dolar AS Masih Dibayangi Isu Perang Dagang

Akan tetapi, penguatan Dolar AS masih rentan karena prospek penyelesaian perang dagang dengan Chinayang belum menemukan titik final. Apabila tensi perang dagang kembali meningkat, maka tidak tertutup kemungkinan bagi Dolar AS untuk kembali tertekan, terutama terhadap mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss.

Presiden Trump baru-baru ini mengatakan bahwa perjalanan untuk mengakhiri perang dagang AS-China masih sangat panjang. Jika diperlukan, skenario mengenakan tarif tambahan senilai $325 miliar terhadap barang-barang China juga masih berpotensi diterapkan. Meski demikian, Junichi Ishikawa berpendapat jika kabar perang dagang tak akan menjadi katalis pasar, setidaknya dalam jangka pendek.

“Perselisihan dagang AS-China saat ini tidak lagi menjadi pusat perhatian, karena fokus utama pelaku pasar lebih tertuju pada kebijakan suku bunga The Fed dan rilis data fundamental AS yang berdampak terhadap Yields Obligasi,” ujar  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex

PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo .

Uncategorized

Rifan Financindo | Euro Tergerus Ekspektasi Dovish Kebijakan ECB

Rifan Financindo  – Euro bergerak ranging terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Senin (15/Juli) malam ini. Penguatan mata uang berjuluk Single Currency tersebut terbentur oleh ekspektasi dovish kebijakan European Central Bank (ECB) dalam rapat kebijakan yang akan digelar minggu depan. Oleh sebab itu, para investor pun semakin bearish terhadap Euro.

Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di level 1.1268, setelah sempat anjlok sedalam 0.12 persen dari level tinggi 1.1283 satu jam sebelumnya.

eurusd

Seperti yang sudah disinyalkan dalam notulen rapat ECB yang diterbitkan pada hari Kamis (11/Juli) pekan lalu, Mario Draghi dan rekan-rekannya akan mempertimbangkan penyuntikan stimulus baru pada ekonomi Zona Euro. Caranya, bisa dengan memotong suku bunga ataupun meluncurkan kembali program pembelian obligasi sebesar 2.6 triliun Euro.

Baca Juga :

Pasar Wait And See Sebelum Konfirmasi ECB Minggu Depan

Sebagian pelaku pasar memperkirakan ECB akan memotong suku bunga sebanyak 10 basis poin pada bulan September, dan sekali lagi pada bulan Maret 2020. Menurut data dari U.S. Commodity Futures Trading Commission, para spekulator sudah menambah short position mereka terhadap Euro sejak tanggal 9 Juli. Oleh karenanya, rapat kebijakan moneter ECB pada tanggal 25 Juli mendatang akan diperhatikan pasar guna memperkuat ekspektasi mereka.

Analis forex di ING, Francesco Pesole, memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, laporan survei ZEW Jerman yang akan dirilis besok dan Inflasi Zona Euro besok lusa, juga penting diperhatikan untuk mengetahui kondisi ekonomi, meskipun trader Euro cenderung masih Wait-and-See. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex

Uncategorized

PT Rifan financindo | The Fed Dovish, Rupiah Naik Perlahan

PT Rifan Financindo –  Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat pada Jumat sore ini (12/Juli). Berdasarkan grafik Bloomberg, Rupiah naik dari level penutupan kemarin di level Rp14,067 ke Rp14,007. Sementara menurut grafik TradingView, Rupiah terpantau bangkit dari pembukaan hari ini di level Rp14,060 ke Rp14,000.

rupiah hari ini

Imbas Testimoni Jerome Powell

Gubernur The Fed, Jerome Powell, menyampaikan pernyataan bernada Dovish. Dikutip dari CNBC, Powell mengungkapkan jika data-data manufaktur, perdagangan, dan investasi di seluruh dunia yang begitu lemah mengakibatkan terbebaninya perekonomian AS. Bahkan saking pesimisnya, Powell mengucapkan kata “ketidakpastian” hingga 26 kali.

Baca Juga :

Nada pernyataan Powell pun meningkatkan spekulasi bahwa penurunan suku bunga acuan akan benar-benar terjadi. Spekulasi seputar Fed Rate Cut sampai saat ini masih terus menjadi sorotan, dengan pelaku pasar yang memperkirakan The Fed akan melakukannya pada pertemuan FOMC 30-31 Juli 2019 mendatang.

Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, menilai pernyataan Powell tersebut berimbas pada penguatan kurs Rupiah hari ini. “Penguatan Rupiah pagi ini karena impact testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell tadi malam,” ujar Rully, dilansir dari Tempo.

Pakar Khawatirkan Kinerja Ekspor

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai pelemahan Kurs Dolar AS terhadap Rupiah, berpotensi membebani kinerja ekspor Indonesia. “Menguatnya nilai tukar Rupiah akan menjadi kendala tersendiri bagi ekspor kita yang Trend-nya sudah negatif sejak tahun lalu. Sebab harga produk kita di pasar global menjadi lebih mahal,” tutur Bhima dikutip dari Bisnis.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Marolop Naingodan. Dia memperkirakan daya saing produk ekspor Indonesia bisa terganggu jika naiknya Kurs Rupiah terhadap Dolar AS terus berlanjut hingga sisa tahun ini.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex
     PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo

Uncategorized

Rifanfinancindo | Naik ke 6.423, IHSG Dibuka Hijau 3 Hari Berturut-turut

Foto: Rachman Haryanto

Rifanfinancindo –  Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif pagi ini. IHSG tercatat dibuka positif selama tiga hari berturut-turut setelah naik 13,2 poin (0,21%) ke 6.423,95.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini ada di level Rp 14.120. Angka ini lebih rendah dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin yang ada di level Rp 14.133.

Pada pra perdagangan, IHSG naik 13,9 poin (0,21%) ke 6.424. Sementara indeks LQ45 ikut naik 3,3 poin (0,3%) ke 1.028.

Membuka perdagangan Kamis (11/7/2019), IHSG melanjutkan penguatan setelah naik 13,2 poin (0,21%) ke 6.423,95. Indeks LQ45 bertambah 3,5 poin (0,35%) ke 1.028.

IHSG terus melanjutkan penguatan hingga pukul 09.05 waktu JATS. IHSG naik 14 poin (0,22%) ke 6.424 dan Indeks LQ45 menguat 1,9 poin (0,2%) ke 1.026.

Baca Juga :



PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 26,860.20 (+0.29%), NASDAQ ditutup 8,202.53 (+0.75%), S&P 500 ditutup 2,993.07 (+0.45%). 

Bursa US ditutup menguat tipis setelah adanya testimoni dari Jerome Powell selaku Gurbenur The Fed. Banyak investor percaya kembali bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada akhir Juli. Sehingga, kami berekspektasi bahwa bursa US masih akan meneruskan penguatanya pada hari ini. 

Bursa saham Asia dibuka menguat, di mana KOSPI sudah mencapai 2078.71 (+1.00%) dan Nikkei masih berada pada 21,552.77 (+0.09%). Sentimen positif The Fed masih berlangsung.

Perdagangan bursa saham Asia mayoritas bergerak positif pagi ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 78 poin ke 21.611
  • Indeks Hang Seng naik 353 poin ke 28.558
  • Indeks Komposit Shanghai naik 29 poin ke 2.945
  • Indeks Strait Times bertambah 27 poin ke 3.367

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Lihat : Rifanfinancindo


Sumber : finance.detik