Uncategorized

Rifan Financindo | Begini Kerusakan Sarinah Usai Aksi 22 Mei

Foto: Lisye/detikcom

Rifan Financindo  –   Jakarta Pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat terkena dampak aksi kerusuhan 22 Mei. Beberapa bagian mal mengalami kerusakan.

Usai kerusuhan, tampak terlihat adanya tembok yang berlubang. Kemudian, logo Sarinah yang dipajang di halaman depan atau menghadap MH Thamrin tak lengkap hurufnya.

Selain kerusakan, pengelola mal juga mengalami kerugian berupa omzet yang hilang. Sebab, mal terpaksa tutup untuk menjamin keselamatan karyawan.

Potensi kerugiannya pun lumayan besar yakni Rp 6 miliar. Wajar saja, hal itu karena mal tutup mendekati Lebaran atau saat belanja masyarakat sedang tinggi-tingginya.

Kondisi Sarinah pasca aksi demo sepi dan cenderung memprihatinkan dalam pantauan detikFinance, Kamis kemarin siang (23/5/2019). Hal itu tampak dari jalan di sekitar mal yang sepi dan tidak ada kendaraan melintas karena adanya penutupan jalan.

Sebut saja, akses dari Thamrin menuju Jalan Sabang yang sepi. Padahal, jalan ini terkenal karena sering macet. Banyak kendaraan mondar-mandir dan menjadi tempat bajaj ‘ngetem’.

Halaman Sarinah tak kalah memprihatinkan. Banyak batu yang masih berserakan di sana.

Lalu, logo salah satu mal tertua di Indonesia yang terpampang di bagian muka mal rusak. Beberapa huruf jatuh, sehingga logo yang seharusnya bertuliskan Sarinah hanya tersisa Inah.

Beberapa bagian mal juga terlihat mengalami kerusakan. Salah satunya, tembok restoran cepat saji McDonald’s yang tampak bolong.

Suasana di sekitar Sarinah pun tak kalah mengenakan. Sisa gas air mata masih sangat terasa sehingga membuat mata pedih walaupun hanya sebentar melintas di sana.

Sepanjang mata memandang, terlihat toko-toko di Sarinah masih tertutup. Bukan hanya itu, jalan akses masuk akses mal juga tertutup rapat. Yang terlihat ialah aparat yang mondar-mandir mengamankan wilayah ini.

Sarinah berpotensi kehilangan omzet sampai Rp 6 miliar. Angka ini berasal penutupan toko serta penurunan omzet saat toko dibuka.

Direktur Retail PT Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari menjelaskan, Sarinah tak buka penuh pada Selasa (21/5/2019) karena aksi demo. Kemudian, pada Rabu dan Kamis ini tutup.

“Kami sudah memutuskan dari Selasa jam 3 sore dan Rabu full tutup. Dan hari ini masih full tutup kami masih wait and see, dari toko kerugian hanya penutupan saja, sehingga kita kehilangan omzet,” ujarnya kepada detikFinance, Kamis (23/5/2019).

Dia mengatakan, saat puasa seperti ini omzet Sarinah sedang tinggi-tingginya. Dia menyebut, untuk per harinya bisa mencapai Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar.

Dalam hitungannya, jika tutup 2,5 hari maka Sarinah kehilangan omzet Rp 2,1 miliar hingga Rp 3 miliar. Selanjutnya, jika dalam seminggu ke depan buka maka terjadi penurunan omzet 50-70%.

“Jadi potensi kerugian karena penutupan toko bisa sampai Rp 6 miliar, karena omzet toko saat peak season seperti ini puasa biasa mencapai Rp 700 juta- Rp 1 miliar per hari kali 3 hari, dan penurunan omzet 50-70% satu minggu ke depan Rp 500 juta kali 7 hari,” jelasnya.

Lies Permana Lestari mengatakan, Sarinah akan buka jika sudah tidak ada lagi pergerakan masa aksi demo. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan karyawan.

“Kami masih wait and see, karena kami juga berharap, tapi kan besok Jumat, saya nggak tahu mudah-mudahan tidak. Kalau ada pergerakan masa masih menetapkan untuk tutup, demi keamanan dan keselamatan karyawan, juga toko-toko kami,” katanya.

Dia juga mengatakan, membuka toko saat kondisi belum kondusif juga berisiko. Sebab, masyarakat juga enggan berkunjung ke mal.

“Kan juga nggak efektif, kalau masih pergerakan masa, orang-orang mau ke sini takut, jalan-jalan banyak yang diblok, pasti nggak berpikir ke sini itu pertimbangan kita,” ujarnya.

Lies menjelaskan, atas penutupan ini Sarinah berpotensi kehilangan omzet Rp 6 miliar yang berasal dari penutupan toko dalam 2,5 hari terakhir. Serta, penurunan omzet dalam seminggu ke depan jika mulai buka.

Baca Juga :

Dia mengatakan, itu belum termasuk kerusakan aset fisik yang saat ini masih dihitung.

“Jadi memang kalau di lapangan parkirnya beberapa blok bolong, bata-bata juga hancur, kaca McDonald’s itu juga hancur mungkin dilempari ya tapi hanya satu kaca,” ujarnya.

“Juga logo ikonik Sarinah yang menghadap Thamrin yang patah. Tanaman-tanaman juga hancur,” terangnya.

Lies Permana Lestari mengatakan, tutupnya mal tidak berpengaruh pada kesejahteraan pegawai, baik gaji maupun maupun tunjangan hari raya (THR). Manajemen Sarinah tetap bertanggung jawab karena tutupnya mal bukan salah pegawai.

“Insyaallah tidak terpengaruh dengan hal tersebut, karena Sarinah masih bertanggung jawab karyawan-karyawan kami, karena kejadian bukan salah mereka,” katanya.

“Jadi nggak ada masalah, tapi tetap tidak ada berubah, kesejahteraan mereka, THR tetap, tetap digaji insyallah, saya pastikan,” tambahnya ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )


Lihat : Rifan Financindo

Sumber : finance.detik

Advertisements
Uncategorized

Rifanfinancindo | Pair AUD/JPY Mendadak Populer Karena Perang Dagang AS-China

Rifanfinancindo –  Sebuah laporan yang dirilis Bloomberg hari ini (22/Mei) menyebutkan bahwa aktivitas menjual Dolar Australia versus Yen Jepang mengemuka sebagai salah satu peluang trading populer, seiring dengan meningkatnya upaya investor untuk ambil untung dari perang dagang AS-China. Pasangan mata uang AUD/JPY bahkan diperkirakan bisa jatuh hingga menyentuh 72.75 dalam beberapa pekan ke depan.

AUDJPY Daily

Sejauh Mana AUD/JPY Akan Merosot?

Saat berita ditulis, AUD/JPY masih bergerak di sekitar level 75.96, setelah tersungkur ke kisaran terendah multi-tahun dekat 75.50 pada pekan lalu. Namun, para analis pasar memperkirakan kalau pair ini bisa merosot lebih jauh lagi lantaran terus berlanjutnya perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia.

Baca Juga :

Saya memperkirakan Aussie-Yen berpotensi menguji 72.75 dalam dua pekan,” kata Shyam Devani, seorang pakar strategi teknikal senior dari Citi Singapura.

Jeffrey Halley dari Oanda Asia Pacific Pte bahkan menyampaikan prediksi yang lebih ekstrim. Katanya, “Saya tak bisa membayangkan cara yang lebih baik untuk memainkan cross Yen saat ini, selain dengan menjual Aussie. Ada nilai terbesar di sini karena Aussie merupakan proxy bagi China, dan Yen masih dicintai sebagai safe haven. Saya mengira Aussie-Yen (bisa jatuh) ke bawah 70 dalam satu-dua bulan (ke depan).”

Harapan Tertumpu Pada Pertemuan Trump-Xi

Dolar Australia berhubungan erat dengan Yuan, lantaran status China sebagai pembeli terbesar komoditi ekspor negeri Kanguru, khususnya bijih besi. Bagi investor yang segan memperdagangan Yuan China secara langsung karena kentalnya campur tangan pemerintah setempat, maka Dolar Australia menjadi pilihan aset yang lebih menarik.

Apalagi saat ini, Presiden AS Donald Trump tengah berusaha menaikkan tarif atas semua impor AS yang berasal dari China. Outlook ekonomi domestik Australia juga terhitung mengecewakan hingga bank sentralnya merasa perlu mengirim sinyal akan memangkas suku bunga.

Meski demikian, sebagian analis tetap optimis kalau Aussie punya prospek rebound kembali. Harapan itu tertumpu pada rencana pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam ajang pertemuan G-20 bulan depan.

“Asalkan negosiasi perdagangan AS dengan China, Jepang, dan Eropa berlanjut dan tak ada aksi fisik yang diambil lebih lanjut, sukar untuk membayangkan pasar akan mengekspresikan risk-off secara ekstrim,” kata Ko Haruki, pimpinan grup solusi finansial di CIBC World Markets, Jepang. Lanjutnya, “(Nilai tukar) Aussie itu sendiri bisa jadi takkan jatuh terlalu tajam, (sehingga) membatasi penurunan pair Aussie-Yen.” ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex

Uncategorized

PT Rifan financindo | Demo Bawaslu Ricuh, Pusat Perbelanjaan Sarinah Ditutup

Foto: Ari Saputra

PT Rifan Financindo –  Jakarta  PT Sarinah (Persero) memutuskan menutup operasional departement storenya hari ini. Hal ini terjadi imbas adanya aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu Jalan MH Thamrin yang juga berseberangan dengan Sarinah.

“Kami manajemen Sarinah memutuskan hari ini tanggal 22 Mei 2019 department store Sarinah tidak beroperasi atau tutup. Semoga situasi keamanan di sekitar Sarinah dapat segera normal kembali seperti sedia kala,” kata Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa kepada detikFinance, Rabu (22/5/2019).

Ditutupnya pusat perbelanjaan Sarinah baru dilakukan hari ini. Sedangkan kemarin, waktu operasionalnya hanya berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. 

“Toko Sarinah kemarin masih buka operasi, kami tutup jam 15.00 karena massa cukup banyak berkumpul di sekitar Sarinah,” ujarnya.

Baca Juga :


PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

Untuk para tenant yang menyewa ruangan di Gedung Sarinah, ia meminta untuk waspada dengan situasi terkini. Para tenant dibebaskan untuk tetap beroperasi dengan melihat keadaan terkini.

“Untuk tenant di Gedung Sarinah kami imbau untuk waspada dengan perkembangan situasi sekitar,” katanya.

Perlu diketahui juga dengan adanya aksi hari ini, lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang mengarah ke kantor Bawaslu atau Monas ditutup. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : finance.detik
     PT Rifan FinancindoRifanfinancindoRifan Financindo

Uncategorized

Rifan Financindo | Bullish Dolar AS Disokong Perang Dagang Dan Data Sentimen Konsumen

dxy

Rifan Financindo  –   Dolar AS melanjutkan penguatannya hingga sesi perdagangan Jumat (17/Mei) malam ini. Meningkatnya risiko geopolitik yang didukung positifnya data ekonomi Amerika Serikat, menjadi energi bagi bullish Dolar AS. Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS naik 0.12 persen ke 97.95, level yang terakhir dicapai pada tanggal 29 April.

dxy

Perkembangan Isu Perang Dagang

Perang dagang yang disulut oleh Amerika Serikat menjadi salah satu faktor paling dominan dalam gejolak global saat ini. Yang terbaru, Gedung Putih telah mengonfirmasi penundaan penetapan tarif impor terhadap produk otomotif hingga enam bulan ke depan. Tujuannya, agar lebih banyak waktu bagi AS dan negara-negara terlibat, seperti Uni Eropa dan Jepang, untuk bernegosiasi.

Baca Juga :

Di lain pihak, negosiasi dagang dengan China belum menunjukkan kemajuan. Setelah AS-China saling melempar bea impor, media pemerintah China menunjukkan pesimisme akan kelanjutan negosiasi. Taoran Notes, sebuah blog WeChat yang dikelola oleh harian nasional China, menuliskan bahwa tak ada gunanya delegasi China terus melakukan pertemuan dengan AS apabila negara tersebut tidak tulus.

Kini, ketegangan AS-China makin buruk setelah White House memasukkan Huawei dan sejumlah perusahaan asal China lainnya ke dalam daftar hitam pasar Amerika Serikat. Hal itu dilakukan dengan alasan menjaga keamanan negara.

Sentimen Konsumen AS Melonjak

Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan fungsi Dolar AS sebagai safe haven, sehingga mata uang ini pun terapresiasi. Mata uang berjuluk Greenback tersebut juga makin kuat setelah Data Sentimen Konsumen AS dilaporkan naik.

University of Michigan (UoM) mencatat bahwa data preliminer Sentimen Konsumen AS melonjak dari 97.2 ke 102.4 pada bulan Mei 2019. Perolehan tersebut mematahkan ekspektasi pasar di level 97.5, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Januari 2004. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex

Uncategorized

Rifanfinancindo | China: Dampak Perang Dagang Dengan AS Masih Terkendali

Rifanfinancindo –  Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) pada hari Jumat (17/Mei) ini mengakui bahwa gesekan perdagangan dengan AS telah berdampak terhadap perekonomian China. Namun, dampak ketegangan itu masih terkendali. Sementara itu, tindakan balasan yang baru-baru ini dilancarkan, dikonfirmasi sebagai upaya menjaga kedaulatan ekonomi negeri Tirai Bambu dari tekanan AS.

Dampak Perang Dagang AS-China Masih Terkendali

Tidak dapat dipungkiri, ekonomi China akan semakin terbebani oleh keputusan AS untuk menaikkan tarif impor barang-barang dari China dari 10 persen menjadi 25 persen. Padahal sebelum ini, data fundamental seperti Retail Sales dan Output Industri bulan April sudah menunjukkan perlambatan. Kenaikan tarif menjadi 25 persen diyakini pasar akan semakin menekan aktivitas ekonomi China pada kuartal kedua tahun ini.

Fakta ini akan menambah tekanan kepada Beijing untuk meluncurkan lebih banyak stimulus, di tengah semakin memanasnya tensi sengketa dagang dengan AS. Perlu diketahui, selama ini pemerintah China telah mengucurkan paket stimulus masif guna menggenjot perekonomian. Dampak positif tindakan ini sudah terlihat dari rilis data Manufaktur China yang kembali ke jalur ekspansi, Penjualan Ritel yang melonjak hingga 8.7 persen YoY di bulan Maret, dan rilis data lainnya. Namun demikian, laporan ekonomi untuk periode April tampak mulai mendingin.

Baca Juga :

Media China: Perang Dagang Akan Membuat Kami Lebih Kuat

Kenaikan tarif menjadi 25 persen pada masing-masing produk, baik dari China maupun AS menandai babak baru perang dagang yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Hal ini tentu menjadi sorotan berbagai pihak, tidak terkecuali media China yang turut menyuarakan pendapatnya.

People’s Daily yang merupakan salah satu surat kabar terkemuka China, mengatakan bahwa perang dagang dengan AS tidak akan membuat negara mereka bertekut lutut. Secara gamblang, media milik partai Komunis China itu menyatakan jika negara akan semakin kuat karena konflik dengan AS membangkitkan semangat patriotik dari perang masa lalu.

“Badai macam apa yang belum dihadapi China dengan peradaban yang sudah berusia 5000 tahun? Dalam menghadapi badai, seluruh rakyat China memiliki kepercayaan diri dan tekad kuat. Peang dagang tidak bisa menjatuhkan China, tetapi membuatnya semakin kuat,” tulis People’s Daily.

Selain perang tarif dagang, ketegangan di antara kedua negara semakin memburuk minggu ini, setelah pemerintahan Trump secara resmi menambahkan perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei Technologies Co Ltd, ke dalam “daftar hitam” perdagangannya. Langkah tersebut akan membuat Huawei kesulitan melakukan bisnis penjualan dengan perusahaan-perusahaan AS.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex